Supply Chain Management atau
dapat disebut sebagai manajemen rantai pasok merupakan suatu rangkaian kegiatan
yang mengkoordinasi kerja dan pengaturan sistem penyebaran atau pendistribusian
produk oleh seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok sehingga dapat
meningkatkan nilai produk dan juga profit rantai pasok (meminimalkan biaya yang
dikeluarkan). Terdapat 2 keunggulan utama dari penerapan manajemen rantai pasok
yang efektif, yaitu:
a. Keunggulan
biaya
Biaya produksi per unit produk dapat diturunkan
jika manajemen rantai pasok dilakukan secara efektif karena adanya peningkatan
efisiensi dan produktivitas. Keunggulan biaya yang dimaksud yaitu uang produksi
yang dihemat tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan
kompetitif dalam bersaing dengan kompetitor.
b. Keunggulan
nilai produk
Meningkatnya manfaat yang dapat ditawarkan dari
sebuah produk akan membuat produk kita menjadi preferensi dibandingkan produk
sejenis lainnya, yang berarti peningkatan preferensi konsumen maka akan
menaikkan tingkat pembelian.
Terdapat 4 prinsip utama dalam manajemen rantai
pasok, yaitu:
1. Responsiveness
(responsif)
Kecepatan perlakuan respon terhadap
kebutuhan konsumen merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki perusahaan.
Seiring dengan berkembangnya teknologi yang memudahkan konsumen dalam
bertransaksi (memperoleh produk dengan mudah dan cepat), perusahaan harus dapat
memiliki fleksibilitas dan kemampuan merespon yang baik dengan tujuan memenuhi
kebutuhan konsumen tersebut. Kemampuan merespon secara cepat juga dibutuhkan
perusahaan untuk menangani permintaan pasar yang tidak menentu (perubahan
sesuai tren). Tidak hanya perusahaan yang harus memiliki kemampuan merespon
ini, tetapi seluruh pihak yang terkait dalam rantai pasok juga harus bertindak
responsif dan menanggapi permintaan pasar/konsumen.
2. Reliability
(reabilitas)
Reliabilitas
termasuk poin penting yang perlu dimiliki perusahaan. Perusahaan harus dapat
menyediakan produk yang reliabel, dimana berarti produk tersebut dapat memenuhi
"janji" yang ditawarkan supplier dan menjaga kualitas
material dan komponen dalam produk yang dijual. Reliabilitas dapat ditingkatkan
dengan pengaturan kembali proses-proses yang mempengaruhi performa logistik.
3. Resilience
(ketahanan)
Ketahanan
menjadi salah satu kunci keberhasilan dan keberlanjutan suatu perusahaan
dan/atau rantai pasok. Perubahan dan gangguan yang mungkin terjadi dalam pasar
sangatlah beragam, dan sulit diprediksi karena selalu berubah-ubah. Perusahaan
harus dapat menghadapi gangguan-gangguan yang dihadapi tersebut.
Keberlangsungan perusahaan dapat dipertahankan jika perusahaan tersebut dapat
menangani gangguan dalam rantai pasok. Dalam mempertahankan perusahaan dari
gangguan tersebut, diperlukan adanya identifikasi bagian rantai pasok mana yang
paling rentan gangguan, serta pengaturan pasokan produk dan penyimpanan yang
baik agar dapat menghadapi lonjakan permintaan.
4. Relationships
(hubungan)
Hubungan
baik atau kerjasama merupakan nilai penting yang tidak boleh terlupakan oleh perusahaan.
Seiring dengan persaingan industri yang semakin ketat, banyak industri yang
saling bekerjasama untuk meningkatkan kualitas produk, mengembangkan inovasi
produk, pengaturan proses produksi dan distribusi terintegrasi, dan juga untuk
meminimalkan biaya. Manajemen rantai pasok mengatur kerja antar berbagai pihak
atau jaringan yang terlibat dalam serangkaian rantai pasok yang tentunya
membutuhkan hubungan yang baik agar dapat bekerja secara maksimal (mencari
solusi yang bersifat mutualisme bagi seluruh pihak rantai pasok).
mari gabung bersama kami di Aj0QQ*c0M
BalasHapusBONUS CASHBACK 0.3% setiap senin
BONUS REFERAL 20% seumur hidup.