Tampilkan postingan dengan label Keterampilan Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keterampilan Manajemen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Juli 2019

Video Cara Membuat Sambal Lingkung (Sambalibon)



Hai viewers! ini adalah video step by step cara membuat Sambal Lingkung dari produk mata kuliah Manajemen Pangan "Sambalibon". Sambal Lingkung adalah abon ikan yang merupakan salah satu makanan khas dari Bangka Belitung. Selamat menyaksikan dan semoga bermanfaat! Salam sejahtera, Indonesia Jaya!

Sabtu, 27 Juli 2019

Festival Produk Makanan Hasil Mata Kuliah Ketrampilan Manajemen

Festival produk makanan hasil project mata kuliah Ketrampilan Manajemen yang dibuat oleh mahasiswa/i teknologi pangan. Festival produk makanan Ketrampilan Manajemen ini dilaksanakan di Aula Universitas Surya pada tanggal 24 Juli 2019. Berikut adalah beberapa foto atau dokumentasi meliputi beberapa produk makanan oleh mahasiswa/i yang telah jadi dan siap diperjual belikan.

1. Sambal Lingkung adalah produk makanan khas Bangka Belitung, yaitu abon dari bahan baku ikan tongkol. Produk sambal lingkung ini dijual dengan nama Sambalibon (sambal lingkung abon). 


2. Berikut adalah produk abon dari bahan baku daging sapi. Produk ini dijual dengan nama "Ashiapi". 
 

3. Berikut adalah produk Dendeng Batokok, yaitu makanan khas Minang yang terbuat dari bahan baku daging sapi. Produk ini dijual dengan nama "Batonang" (Dendeng Batokok khas Minang).


4. Produk dibawah ini adalah Lempok Durian, yaitu makanan manis yang terbuat dari bahan baku daging buah durian. Produk ini dijual dengan nama "Dudurio". 



Syarat PIRT: Hasil Pengecekan Laboratorium


Dalam pegajuan perizinan PIRT, salah satu syarat yang diperlukan adalah hasil pengecekan laboratorium produk pangan yang diajukan. Setiap produk pangan tersebut harus memenuhi semua parameter yang telah ditentukan. Setiap wilayah kabupaten atau kota memiliki persyaratan masing-masing berkaitan parameter pengujian laboratorium yang diperlukan. Umumnya, pengujian produk tersebut dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) masing-masing.

Setiap produk memiliki parameter pengujian laboratorium yang berbeda-beda karena disesuaikan dengan karakteristik produk (bahan baku, fisik produk, dan sebagainya). Sebagai contoh, produk manis seperti keripik pisang lapis cokelat, wajik, atau enting-enting gepuk memerlukan pengujian pewarna, pemanis, dan pengawet. Sedangkan produk asin seperti opak singkong tidak memerlukan pengujian pemanis dan pewarna, melainkan memerlukan pengujian pengawet, logam Pb, dan mikrobiologi (E. coli). Penambahan parameter pengujian juga bergantung pada bahan baku yang digunakan, misalnya produk yang terbuat dari tempe memerlukan pengujian total khamir. Penampilan fisik produk juga mempengaruhi pengujian laboratorium yang diperlukan. Produk basah memerlukan pengujian Total Plate Count (TPC) saja, sementara produk kering memerlukan pengujian TPC dan total khamir. Pada akhirnya, setiap produk memerlukan pengujian laboratorium yang bervariasi yang bergantung pada karakteristik produknya

Pada setiap daerah pihak Labkesda akan membantu dalam menentukan parameter pengujian yang diperlukan untuk masing-masing produk sesuai dengan regulasi pangan pemerintah dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sebelumnya, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengujian produk di Labkesda:
a. Produk yang dibawa untuk pengecekan laboratorium merupakan produk yang sudah siap jual atau telah dikemas sesuai dengan kemasan yang akan dijual. Dalam produk siap jual tersebut, harus memuat informasi seperti merek produk, komposisi, tanggal produksi, dan tanggal kadaluarsa produk.
b. Produk yang akan diuji harus diantarkan secara langsung ke Labkesda (tidak boleh dikirim). Hal tersebut disebabkan diperlukan adanya pengisian formulir (nama, alamat, keterangan produk, dan lainnya) dan pembayaran pengujian. Akan tetapi untuk daerah lainnya, pengiriman produk uji dapat dialakukan, sehingga hal ini tentatif terhadap daerah Labkesda masing-masing.
c. Jumlah minimal produk untuk pengujian, dimana untuk 3 parameter pengujian membutuhkan minimal 300 gram produk.

Pada akhirnya, hasil cek laboratorium produk akan selesai setelah 10-15 hari kerja, tergantung pada daerah masing-masing.

Kriteria Perusahaan Sehat


Suatu perusahaan dapat dikatakan sehat atau cukup stabil apabila memiliki beberapa kriteria sebagai berikut:
  1. Modal Cukup
Modal yang perusahaan harus sesuai dengan syarat pendirian suatu perusahaan, dan hal tersebut harus dipenuhi sebagai minimal modal yang harus dimiliki oleh perusahaan. Dan hal ini harus secara fair dipenuhi oleh pemilik perusahaan, dan mereka tidak boleh menarik kembali modal tersebut yang seringkali dianggap sebagai formalitas untuk pendirian perusahaan saja.
  1. Manajemen Perushaan Yang Baik
Pemahaman manajemen perusahaan, seperti manajemen SDM, manajemen keuangan, manajemen operasional atau produksi, manajemen pemasaran dan manajemen strategic sangat diperlukan dalam mengelola perusahaan agar perusahaan tersebut bisa terkelola dengan baik dan dapat mencapai tujuannya, yaitu memperoleh laba dan bisa berkembang. Bukti kepemilikan manajemen yang baik harus bisa dibuktikan secara tertulis dengan adanya sistem manajemen yang baik, SOP dan sebagainya. Untuk perusahaan besar seringkali ditunjukkan dengan kepemilikan sertifikasi ISO dan lain-lain.
  1. Asset Quality Berkembang
Misalnya adanya peningkatan asset perusahaan, seperti di tahun pertama hanya 1 kantor maka di tahun kelima sudah memiliki 4 kantor cabang. Hal ini membuktikan bahwa perusahaan tersebut terus berkembang.
  1. Likuiditas Tinggi
Likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk membayar hutang perusahaan jangka pendek. Hal ini yang paling sering dijadikan tolok ukur dalam mengukur kesehatan suatu perusahaan, sehingga suatu perusahaan dapat dikatakan baik jika memiliki likuiditas yang tinggi/ cukup.
  1. Solvabilitas Tinggi
Solvabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk membayar hutang perusahaan jangka panjang. Suatu perusahaan dapat dikatakan sehat atau lancar jika memiliki solvabilitas yang tinggi atau kemampuan yang cukup dalam membayar hutang perusahaan jangka panjang.
  1. Rentabilitas Wajar
Rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam memberikan keuntungan secara wajar kepada nasabah.
  1. Aspek lain yang menunjang meliputi SDM dan sarana
SDM (Sumber Daya Manusia) suatu perusahaan harus sesuai dengan kriteria perusahaan yang telah ditetapkan dan memiliki etos kerja yang baik dan kultur perusahaan harus mendukung. Sarana pun harus memadai dan sesuai dengan perkembangan zaman.