Kamis, 15 November 2018


Pentingnya Keamanan Pangan
               Keamanan pangan merupakan hal yang penting bagi masyarakat. Jika keamanan pangan tidak ditangani dengan benar maka dapat membahayakan tubuh manusia dari dalam maupun luar. Untuk memperoleh kesehatan yang baik, kita harus mengkonsumsi pangan yang sehat, bergizi dan juga memastikan pangan tersebut tidak bersifat berbahaya. Pangan tidak boleh terkontaminasi dengan virus berbahaya, racun, bakteri, parasit dan bahan kimia. Kontaminasi adalah hal utama sebagian besar penyakit yang terjadi melalui makanan. Keamanan pangann juga tergantung dari peternakan petani ke tangan konsumen. Proses berjalannya produk pangan dimulai dari produsen, ke konsumen, lalu distributor. Oleh karena itu, kontaminasi pangan yang terjadi di satu tempat dapat mempengaruhi kesehatan konsumen di sisi lain. Dengan demikian, perlu untuk mempelajari praktik penanganan pangan yang terjamin dan aman untuk semua orang. Penyakit Food Borne adalah masalah utama yang terjadi karena kurangnya keamanan pangan. Nyeri perut, diare dan muntah adalah gejala umum penyakit yang disebabkan oleh makanan. Makanan yang terkontaminasi dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. Makanan yang terkontaminasi dengan toksin yang secara alami di dalamnya atau dengan logam berat dapat menjadi alasan untuk penyakit jangka panjang seperti gangguan saraf dan kanker. Banyak orang jatuh sakit hingga meninggal  setiap tahun hanya karena hasil olahan makanan yang tidak aman. Menurut laporan, lebih dari 1,5 juta anak meninggal setiap tahun karena penyakit Diare. Air dan makanan adalah kebutuhan dasar tubuh manusia. Alasan utama sebuah penyakit umumnya adalah air dan makanan yang terkontaminasi. Banyak laporan membuktikan bahwa persiapan makanan yang tepat dapat mencegah sebagian besar penyakit yang ditularkan melalui makanan. Sehingga ilmu dan penerapan yang tepat dalam persiapan makanan sangat penting. Makanan yang terkontaminasi dapat mempengaruhi kesehatan orang-orang yang memiliki status kesehatan yang buruk. Orang-orang ini dapat dengan mudah mengarah pada penyakit serius dan kematian daripada orang-orang dengan kesehatan yang baik. Terdapat berbagai tahapan sebelum distribusi akhir produk pangan seperti panen atau pemotongan terlebih dahulu, produksi pertanian, penyimpanan, pemrosesan, transportasi dan akhirnya distribusi sebelum makanan sampai ke pelanggan. Jika tahap-tahapan tersebut  tidak diterapkan dengan baik dan benar maka dapat menyebabkan kerusakan atau penurunan kualitas makanan. Globalisasi juga menjadikan keamanan pangan lebih kompleks. Perdagangan dan produksi makanan telah membuat rantai makanan menjadi rumit dan lebih panjang. Untuk meningkatkan keamanan pangan, kita harus memanfaatkan teknologi dan ilmu sains terbaik yang tersedia. Keamanan Pangan adalah tanggung jawab bersama di mana industri, pemerintah, produsen dan konsumen dapat memainkan perannya masing-masing. Keamanan pangan dapat dicapai dengan mendapatkan keahlian dalam berbagai sektor ilmu seperti mikrobiologi, nutrisi, toksikologi, parasitologi, ekonomi kesehatan, dan teknologi pangan.  Konsumen harus mendapat informasi yang baik tentang praktik keamanan makanan. Karena konsumen memainkan peran yang lebih penting dalam hal keamanan pangan dengan mendapatkan semua informasi tentang keamanan maupun gizi dalam pemilihan bahan makanan tersebut. Pilihan makanan yang bijaksana adalah seperti pembelian makanan dengan gizi cukup dan menggunakan makanan tersebut sebelum memasuki fase  pembusukan. Keamanan makanan juga tergantung pada kebiasaan makan yang baik yang berdampak pada keamanan makanan. Mengetahui cara menggunakan atau menangani dan membaca informasi yang tertera pada label makanan merupakan hal yang penting untuk semua orang.