Pentingnya Keamanan Pangan
Keamanan pangan merupakan hal yang penting bagi masyarakat. Jika keamanan
pangan tidak ditangani dengan benar maka dapat
membahayakan tubuh manusia dari dalam maupun luar. Untuk memperoleh kesehatan yang baik, kita
harus mengkonsumsi pangan yang sehat, bergizi dan juga memastikan pangan tersebut tidak bersifat berbahaya. Pangan tidak boleh
terkontaminasi dengan virus berbahaya, racun, bakteri, parasit dan bahan kimia.
Kontaminasi adalah hal utama sebagian besar penyakit yang terjadi melalui
makanan. Keamanan pangann juga tergantung dari peternakan petani ke tangan
konsumen. Proses berjalannya produk pangan
dimulai dari produsen, ke konsumen, lalu distributor.
Oleh karena itu, kontaminasi pangan yang terjadi di satu tempat dapat mempengaruhi
kesehatan konsumen di sisi lain. Dengan demikian, perlu untuk mempelajari
praktik penanganan pangan yang terjamin dan
aman untuk semua orang. Penyakit Food Borne adalah
masalah utama yang terjadi karena kurangnya keamanan pangan. Nyeri perut, diare
dan muntah adalah gejala umum penyakit yang disebabkan oleh makanan. Makanan
yang terkontaminasi dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. Makanan
yang terkontaminasi dengan toksin yang secara alami di dalamnya atau dengan logam berat dapat
menjadi alasan untuk penyakit jangka panjang seperti gangguan saraf dan kanker. Banyak orang jatuh sakit hingga meninggal setiap tahun
hanya karena hasil olahan makanan yang tidak aman. Menurut laporan, lebih dari 1,5 juta anak
meninggal setiap tahun karena penyakit Diare. Air dan makanan adalah kebutuhan
dasar tubuh manusia. Alasan utama sebuah penyakit umumnya adalah air dan
makanan yang terkontaminasi. Banyak laporan membuktikan bahwa persiapan makanan
yang tepat dapat mencegah sebagian besar penyakit yang ditularkan melalui
makanan. Sehingga ilmu dan penerapan
yang tepat dalam persiapan makanan sangat penting. Makanan yang terkontaminasi dapat mempengaruhi kesehatan
orang-orang yang memiliki status kesehatan yang buruk. Orang-orang ini dapat dengan
mudah mengarah pada penyakit serius dan kematian daripada orang-orang dengan
kesehatan yang baik. Terdapat berbagai tahapan sebelum distribusi akhir produk
pangan seperti panen atau pemotongan terlebih dahulu, produksi
pertanian, penyimpanan, pemrosesan, transportasi dan akhirnya distribusi
sebelum makanan sampai ke pelanggan. Jika tahap-tahapan tersebut tidak diterapkan dengan baik dan benar maka dapat
menyebabkan kerusakan atau penurunan kualitas makanan. Globalisasi juga
menjadikan keamanan pangan lebih kompleks. Perdagangan dan produksi makanan
telah membuat rantai makanan menjadi rumit dan lebih panjang. Untuk
meningkatkan keamanan pangan, kita harus memanfaatkan teknologi dan ilmu sains
terbaik yang tersedia. Keamanan Pangan adalah tanggung jawab bersama di mana
industri, pemerintah, produsen dan konsumen dapat memainkan perannya
masing-masing. Keamanan pangan dapat dicapai dengan mendapatkan keahlian dalam
berbagai sektor ilmu seperti mikrobiologi, nutrisi, toksikologi,
parasitologi, ekonomi kesehatan, dan teknologi pangan. Konsumen harus mendapat informasi yang baik
tentang praktik keamanan makanan. Karena konsumen memainkan peran yang lebih
penting dalam hal keamanan pangan dengan mendapatkan semua informasi tentang
keamanan maupun gizi dalam pemilihan bahan makanan tersebut. Pilihan makanan
yang bijaksana adalah seperti pembelian makanan dengan gizi cukup dan
menggunakan makanan tersebut sebelum memasuki
fase pembusukan. Keamanan makanan juga tergantung pada
kebiasaan makan yang baik yang berdampak pada keamanan makanan. Mengetahui cara menggunakan atau menangani dan membaca
informasi yang tertera pada label makanan merupakan hal yang penting untuk
semua orang.