Senin, 22 Juli 2019

Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management)


Supply Chain Management atau dapat disebut sebagai manajemen rantai pasok merupakan suatu rangkaian kegiatan yang mengkoordinasi kerja dan pengaturan sistem penyebaran atau pendistribusian produk oleh seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok sehingga dapat meningkatkan nilai produk dan juga profit rantai pasok (meminimalkan biaya yang dikeluarkan). Terdapat 2 keunggulan utama dari penerapan manajemen rantai pasok yang efektif, yaitu:

a.    Keunggulan biaya
Biaya produksi per unit produk dapat diturunkan jika manajemen rantai pasok dilakukan secara efektif karena adanya peningkatan efisiensi dan produktivitas. Keunggulan biaya yang dimaksud yaitu uang produksi yang dihemat tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan kompetitif dalam bersaing dengan kompetitor.

b.    Keunggulan nilai produk
Meningkatnya manfaat yang dapat ditawarkan dari sebuah produk akan membuat produk kita menjadi preferensi dibandingkan produk sejenis lainnya, yang berarti peningkatan preferensi konsumen maka akan menaikkan tingkat pembelian.

Terdapat 4 prinsip utama dalam manajemen rantai pasok, yaitu:

1. Responsiveness (responsif)
            Kecepatan perlakuan respon terhadap kebutuhan konsumen merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki perusahaan. Seiring dengan berkembangnya teknologi yang memudahkan konsumen dalam bertransaksi (memperoleh produk dengan mudah dan cepat), perusahaan harus dapat memiliki fleksibilitas dan kemampuan merespon yang baik dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen tersebut. Kemampuan merespon secara cepat juga dibutuhkan perusahaan untuk menangani permintaan pasar yang tidak menentu (perubahan sesuai tren). Tidak hanya perusahaan yang harus memiliki kemampuan merespon ini, tetapi seluruh pihak yang terkait dalam rantai pasok juga harus bertindak responsif dan menanggapi permintaan pasar/konsumen.
2. Reliability (reabilitas)
            Reliabilitas termasuk poin penting yang perlu dimiliki perusahaan. Perusahaan harus dapat menyediakan produk yang reliabel, dimana berarti produk tersebut dapat memenuhi "janji" yang ditawarkan supplier dan menjaga kualitas material dan komponen dalam produk yang dijual. Reliabilitas dapat ditingkatkan dengan pengaturan kembali proses-proses yang mempengaruhi performa logistik.

3. Resilience (ketahanan)
            Ketahanan menjadi salah satu kunci keberhasilan dan keberlanjutan suatu perusahaan dan/atau rantai pasok. Perubahan dan gangguan yang mungkin terjadi dalam pasar sangatlah beragam, dan sulit diprediksi karena selalu berubah-ubah. Perusahaan harus dapat menghadapi gangguan-gangguan yang dihadapi tersebut. Keberlangsungan perusahaan dapat dipertahankan jika perusahaan tersebut dapat menangani gangguan dalam rantai pasok. Dalam mempertahankan perusahaan dari gangguan tersebut, diperlukan adanya identifikasi bagian rantai pasok mana yang paling rentan gangguan, serta pengaturan pasokan produk dan penyimpanan yang baik agar dapat menghadapi lonjakan permintaan.

4. Relationships (hubungan)
            Hubungan baik atau kerjasama merupakan nilai penting yang tidak boleh terlupakan oleh perusahaan. Seiring dengan persaingan industri yang semakin ketat, banyak industri yang saling bekerjasama untuk meningkatkan kualitas produk, mengembangkan inovasi produk, pengaturan proses produksi dan distribusi terintegrasi, dan juga untuk meminimalkan biaya. Manajemen rantai pasok mengatur kerja antar berbagai pihak atau jaringan yang terlibat dalam serangkaian rantai pasok yang tentunya membutuhkan hubungan yang baik agar dapat bekerja secara maksimal (mencari solusi yang bersifat mutualisme bagi seluruh pihak rantai pasok).

1 komentar:

  1. mari gabung bersama kami di Aj0QQ*c0M
    BONUS CASHBACK 0.3% setiap senin
    BONUS REFERAL 20% seumur hidup.

    BalasHapus