Berdasarkan sektor dan orientasi, industri makanan
dan minuman terbagi menjadi 2:
1. Cost orientation (misalnya catering di
penjara atau rumah sakit)
Ciri khas dari cost orientation yaitu lebih
memilih untuk menurunkan harga jual dibandingkan harus mencari pelanggan baru,
meningkatkan jumlah penjualan dan nilai produk
2. Market orientation (misalnya restoran dan
hotel)
Berbeda dengan cost orientation yang
cenderung memilih untuk menurunkan harga, pada market orientation tidak
akan menurunkan harga jual dan lebih memilih menarik pelanggan
sebanyak-banyaknya.
Dalam mengembangkan sebuah konsep industri makanan
dan minuman, diperlukan adanya studi kelayakan yang meliputi:
1. Analisis target dan pasar
2. SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities,
and Threats)
Strengths dan weaknesses merupakan
faktor internal karena berasal dan dilihat dari dalam perusahaan itu sendiri.
Sedangkan opportunities dan threats merupakan faktor eksternal
karena adanya peluang dan ancaman dilihat dari luar perusahaan (dari
kompetitor, lingkungan di luar perusahaan).
3. PESTLE (Political, Economic, Social,
Technological, Legal, and Environmental)
Melalui PESTLE, perusahaan dapat melihat gambaran
besar ketika memutuskan hal berkaitan restoran berdasarkan kelima aspek
tersebut. Dari aspek politik, dapat dilihat dari kebijakan pemerintah,
kebijakan perdagangan, tren polik. Dari aspek ekonomi, dilihat dari tren
distribusi, inflasi, pajak, angka penggangguran, kekuatan ekonomi negara. Dari
aspek sosial, dilihat dari perubahan gaya hidup, perilaku konsumen, populasi,
dan demografi. Dari aspek teknologi, dilihat teknologi baru yang berkembang,
teknologi inovatif, teknologi komunikasi, produksi, dan pelayanan. Dari aspek
legal, dilihat dari legislasi negara, peraturan tenaga kerja, legislasi lingkungan,
legislasi internasional. Dari aspek lingkungan, dilihat dari isu keberlanjutan,
regulasi internasional dan nasional, serta sikap konsumen.
4. Proyeksi finansial atau melibatkan keuangan.
Pembelian dapat didefinisikan sebagai
fungsi yang berkaitan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penerimaan,
penyimpanan, dan penggunaan akhir komoditas yang dibeli. Konsep penting yang
perlu diperhatikan dalam pembelian yaitu produk dan kualitas yang tepat dengan
harga dan waktu yang tepat dari sumber yang tepat.
Produksi, Pelayanan dan Kontrol merupakan
tahapan penting dalam sebuah industri makanan/minunman. Proses produksi dan pelayanan
memperhatikan varietas, jenis, grade produk yang dihasilkan, preparasi dan
pengolahan bahan baku, metode penyajian poduk, dan kebijakan HACCP (Hazard
Analysis and Critical Control Points) untuk menjaga keamanan pangan.
Sedangkan proses pengontrolan terdiri dari pembentukan dan pemeliharaan
standar, analisis pendapatan dan biaya pengeluaran, anggaran, penjualan, dan
sebagainya.
Pegawai merupakan komponen penting yang
tidak dapat dipisahkan dari perusahaan. Dalam menyeleksi pegawai,
terdapat beberapa aspek yang dipertimbangkan seperti usia, jenis kelamin, hard
skill, soft skill, dan lainnya. Berkaitan dengan pegawai, terdapat
beberapa istilah sebagai berikut:
Job description: deksripsi dan uraian-uraian
tugas dari sebuah posisi
Job qualification: syarat-syarat tertentu yang
harus dipenuhi seseorang untuk melamar sebuah posisi
Job review: penilaian yang dilakukan oleh
atasan/supervisor pegawai terhadap kinerja pegawai tersebut
Pemasaran merupakan kunci dari
keberlangsungan industri makanan dan minuman. Penentuan segmentasi pemasaran
dapat dilakukan berdasarkan beberapa aspek seperti geografis, demografis,
psikografis, dan perilaku konsumen. Analisis produk, harga, tempat, dan promosi
perlu dilakukan perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar