Sabtu, 29 Juni 2019

Pengolahan Limbah Kulit Kopi di Indonesia


Indonesia sebagai negara produsen kopi terbesar ketiga di dunia memproduksi kopi sebesar 748.000 ton. Tingginya jumlah produksi kopi di Indonesia menyebabkan limbah kulit kopi yang dihasilkan juga mengalami peningkatan. Limbah kulit kopi yang dihasilkan dari pengolahan kopi cukup banyak, yaitu sekitar 50-60 persen dari total pengolahan kopi. Pada umumnya limbah kulit kopi hanya ditumpuk di sekitar lokasi pengolahan kopi. Akibatnya timbul bau busuk di sekitar lokasi pengolahan kopi, muncul cairan yang mencemari lingkungan, dan menurunkan nilai estetika lingkungan pengolahan kopi. Hal tersebut dikarenakan kurangnya informasi serta rendahnya kepedulian masyarakat mengenai pentingnya pengolahan limbah dan dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh limbah. Padahal pengolahan limbah penting dilakukan untuk menghindari pencemaran lingkungan. Salah satu pengolahan limbah kulit kopi yang paling sederhana adalah mengolah limbah kulit kopi menjadi pupuk kompos.
Pupuk kompos yang berasal dari limbah kulit kopi adalah pupuk yang terbaik bagi tanaman kopi karena berasal dari tanaman itu sendiri. Berdasarkan SNI 19-7030-2004, standar kualitas kompos harus memiliki minimal kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium secara berturut-turut, yaitu 0,40%, 0,10%, dan 0,20%. Limbah kulit kopi memiliki kandungan nitrogen (2,98%), fosfor (0,18%), dan kalium (2,26%) sehingga limbah kulit kopi memiliki potensi untuk dijadikan pupuk kompos. Selain itu, limbah kulit kopi berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur dan karakteristik tanah, serta merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun. 
Limbah kulit kopi (coffee pulp) juga dapat diolah menjadi teh yang dikenal sebagai cascara. Pengolahan limbah kulit kopi menjadi cascara dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Selain itu, cascara juga memiliki manfaat bagi kesehatan sebagai sumber antioksidan. Hal tersebut dikarenakan cascara mengandung senyawa polifenol berupa flavonol, flavan-3-ol, antosianin, tanin, dan asam hidroksinamat yang dapat menangkal radikal bebas. 
Proses pembuatan cascara melalui beberapa tahapan. Pertama, buah ceri kopi yang telah dikeringkan hingga memiliki kadar air sekitar 12-14% digiling menggunakan mesin huller. Proses penggilingan akan memisahkan kulit buah kopi dengan biji kopi. Kemudian kulit buah kopi dicuci dan dijemur hingga kering selama 2 minggu sampai 1 bulan. Kulit buah kopi yang telah kering disebut sebagai cascara. Sementara rasa dan aroma dari cascara tergantung pada kualitas kopi dan kondisi lingkungan pengolahannya. 
Limbah kulit kopi (coffee husks) memiliki kandungan karbohidrat (58-85%), protein (8-11%), lemak (0,5-3%), mineral (3-7%), dan beberapa senyawa bioaktif seperti kafein (1%), asam klorogenat (2,5%), dan tanin (5%). Kandungan serat pangan yang tinggi dalam coffee husks dapat dimanfaatkan menjadi produk pangan seperti energy bar dengan cara mengolahnya terlebih dahulu menjadi tepung. Selain itu, coffee husks tidak mengandung gluten sehingga dapat dikonsumsi bagi penderita celiac disease.
            Limbah kulit kopi dapat dijadikan sebagai alternatif substitusi bahan baku pakan ternak karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Kandungan nutrisi yang terdapat dalam kulit buah kopi relatif sama dengan kandungan nutrisi pada rumput, seperti protein kasar 10,4%, serat kasar 17,2%, dan energi metabolis 14,34 MJ/kg. Namun, kadar air dalam kulit buah kopi masih tinggi (75-80%) sehingga harus diberikan perlakukan seperti dikeringkan terlebih dahulu supaya tidak mudah rusak maupun ditumbuhi oleh kapang. Akan tetapi, perlakuan tersebut membutuhkan biaya yang tinggi sehingga digunakan alternatif lain yaitu teknologi silase. Teknologi silase merupakan proses fermentasi mikroorganisme yang mampu meningkatkan kandungan nutrisi (protein dan energi), serta menurunkan kandungan serat kasar dalam pakan sehingga lebih mudah dicerna oleh ternak. Selain produk-produk yang sudah disebutkan sebelumnya, limbah kulit kopi juga dapat diolah menjadi bioetanol dan biogas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar