Sabtu, 29 Juni 2019

Profil Lembaga Advokasi Kearifan Lokal Yasnaya Polyana


            Yasnaya Polyana Indonesia berlokasi di Dusun II, Windujaya, Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53152 dan memiliki luas lahan sebesar 7 ha. Yasnaya Polyana Indonesia yang didirikan oleh Ashoka Siahaan baru diresmikan pada tahun 1989. Namun, sebenarnya konsep Yasnaya Polyana Indonesia telah dirintis sejak tahun 1974 dan baru disempurnakan pada tahun 1984. Pada tahun 1995, Yasnaya Polyana Indonesia mulai mendirikan lembaga untuk pemberdayaan masyarakat dan membangun beberapa penginapan. Sebelumnya pada tahun 1900, Yasnaya Polyana Indonesia merupakan perkebunan kopi dan peternakan milik orang Belanda, Meneer Davidson. Nama Yasnaya Polyana (Sunlit Meadows) diambil dari nama tempat tinggal Leo Tolstoy. Nama ini diharapkan mampu menjadikan padepokan sebagai tempat untuk mencari inspirasi bagi setiap orang yang berkunjung. 
            Padepokan Yasnaya Polyana Indonesia terdiri dari beberapa lembaga, yaitu Lembaga Advokasi Kearifan Lokal dan juga Kelompok Tani Maju Desa Indonesia. Lembaga Advokasi Kearifan Lokal (LAKL) bukan hanya mempelajari tentang bertani, tetapi juga mempelajari filosofi dan aktivitas intelektual. Sementara itu, Kelompok tani (Poktan) dijalankan oleh generasi-generasi muda dengan menerapkan ilmu yang didapatkan selama di perguruan tinggi seperti pengalaman berorganisasi, manajemen usaha, dan marketing dalam bertani. Produk pertanian yang dihasilkan diantaranya adalah kopi, buah nanas, pala, gula semut, dan lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar