Yasnaya
Polyana Indonesia berlokasi di Dusun II, Windujaya, Kedung Banteng, Kabupaten
Banyumas, Jawa Tengah 53152 dan memiliki luas lahan sebesar 7 ha. Yasnaya
Polyana Indonesia yang didirikan oleh Ashoka Siahaan baru diresmikan pada tahun
1989. Namun, sebenarnya konsep Yasnaya Polyana Indonesia telah dirintis sejak
tahun 1974 dan baru disempurnakan pada tahun 1984. Pada tahun 1995, Yasnaya
Polyana Indonesia mulai mendirikan lembaga untuk pemberdayaan masyarakat dan
membangun beberapa penginapan. Sebelumnya pada tahun 1900, Yasnaya Polyana
Indonesia merupakan perkebunan kopi dan peternakan milik orang Belanda, Meneer
Davidson. Nama Yasnaya Polyana (Sunlit Meadows) diambil dari nama tempat
tinggal Leo Tolstoy. Nama ini diharapkan mampu menjadikan padepokan sebagai
tempat untuk mencari inspirasi bagi setiap orang yang berkunjung.
Padepokan Yasnaya
Polyana Indonesia terdiri dari beberapa lembaga, yaitu Lembaga Advokasi
Kearifan Lokal dan juga Kelompok Tani Maju Desa Indonesia. Lembaga Advokasi
Kearifan Lokal (LAKL) bukan hanya mempelajari tentang bertani, tetapi juga
mempelajari filosofi dan aktivitas intelektual. Sementara itu, Kelompok tani
(Poktan) dijalankan oleh generasi-generasi muda dengan menerapkan ilmu yang
didapatkan selama di perguruan tinggi seperti pengalaman berorganisasi,
manajemen usaha, dan marketing dalam bertani. Produk pertanian yang
dihasilkan diantaranya adalah kopi, buah nanas, pala, gula semut, dan lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar