Seorang pemilik bisnis atau yang menjalani usaha untuk
mengarah ke tujuan dan sasaran, harus melalui dan memiliki jalur yang disebut dengan rencana
strategis. Merencanakan strategic plan, yaitu sumber
daya yang dapat dikelola dan ditentukan selanjutnya. Suatu rencana
disebut sebagai rencana strategis apabila setiap
langkah yang diambil memperhatikan seluruh aspek yang terlibat, seperti
SDM,
bahan baku, budget atau modal untuk menjalani, teknologi, koneksi, aset,
pasarnya atau lingkup konsumennya, dan juga waktu. Dari seluruh aspek
tersebut, salah satu yang harus diperhatikan adalah waktu, karena waktu
tidak dapat dibeli ataupun diperbaharui.
Hal yang perlu diketahui, jika visi, misi, tujuan, dan sasaran perusahaan diubah secara tiba-tiba, maka strategic plan atau rencana strategis yang telah ditentukan sebelumnya tidak bisa dijalankan atau di apply lagi. Hal tersebut dikarenakan strategic plan yang dibuat pertama kali sudah bersifat khusus untuk visi, misi, tujuan, dan sasaran yang telah pertama kali ditentukan.
Cara mengahadapi "hambatan" saat menjalankan Strategic Plan :
Setiap
langkah dalam membangun usaha atau perusahaan cenderung akan memiliki
hambatannya sendiri. Apabila terdapat hambatan saat menjalani strategic plan dan saat menuju sasaran, maka dapat dilakukan teknik maneuver atau suatu taktik yaitu melakukan tindakan membelok atau yang berarti seseorang harus berbelok terlebih
dahulu dari jalur awal. Dengan cara strategic plan yang dibelok atau digunakan strategi lain untuk mecapai sasaran. Maneuver atau taktik juga dilakukan saat seseorang berujuan untuk
mengecoh pesaing/ industri lain. Akan tetapi, maneuver harus diatur sedemikian rupa agar tidak terlalu jauh
dari jalur awal dan harus segera kembali ke tujuan semula disaat suatu hambatan sudah teratasi. Tindakan maneuver
ini selalu dilakukan secara sesaat atau dalam jangka pendek dan tidak
dapat dilakukan seterusnya dalam jangka panjang, karena akan berakibat
menyimpang dari tujuan awal perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar