Minggu, 15 Oktober 2017

Asal Usul Keju



      Asal Usul Keju
Kita semua mengenal keju sebagai suatu jenis makanan dengan bahan utama susu yang dihasilkan dari proses pemisahan zat-zat padat dalam susu itu sendiri  melalui proses pengentalan atau koagulasi. Proses pengentalan ini dilakukan dengan bantuan bakteri atau enzim tertentu yang disebut rennet. Hasil dari proses tersebut nantinya akan dikeringkan, diproses, dan diawetkan dengan berbagai macam cara. Dari sebuah susu dapat diproduksi berbagai variasi produk keju. Produk-produk keju bervariasi ini ditentukan oleh beberapa hal yaitu dimulai dari tipe susu, metode pengentalan, temperatur, metode pemotongan, pengeringan, pemanasan, juga proses pematangan keju dan pengawetan. Umumnya, hewan yang dijadikan sumber air susu adalah sapi. Air susu unta, kambing, domba, kuda, atau kerbau juga dapat digunakan untuk keju tetapi pada umumnya hanya diterapkan pada beberapa tipe keju local saja. Kini dikenal di seluruh dunia, namun diduga pertama kali dikenal di daerah sekitar Timur Tengah. Meskipun tidak dapat dipastikan kapan keju pertama kali ditemukan, menurut legenda keju pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang pengembara dari Arab.
            Keju sudah diproduksi sejak zaman prasejarah walaupun tidak ada bukti pasti kapan pembuatan keju pertama kali dilakukan. Masyarakat prasejarah mulai meninggalkan gaya hidup nomaden dan beralih menjadi beternak kambing, domba maupun sapi. Karena kebersihan yang kurang, terkena sinar matahari secara langsung atau terkena panas dari api, susu dalam bejana tersebut menjadi asam dan kental. Setelah dicoba ternyata susu tersebut masih dapat dimakan, dan itulah pertama kalinya manusia menemukan keju krim asam (sour cream cheese). Keju krim manis (sweet cream cheese) juga ditemukan secara kebetulan. Sebuah legenda yang menceritakan bahwa beberapa pemburu yang membunuh seekor anak sapi, kemudian membuka perutnya dan menemukan sesuatu berwarna putih yang memiliki rasa yang enak. Adanya enzim rennet di dalam perut sapi menyebabkan susunya menjadi kental, sehingga menjadi apa yang kita sebut keju saat ini. Cerita lain yang paling sering didengarkan yaitu saat keju ditemukan pertama kali di Timur Tengah oleh seorang pengembara dari Arab. Pengembara tersebut melakukan perjalanan di padang gurun mengendarai kuda dengan membawa susu di pelananya. Setelah tidak lama kemudian, susu tersebut telah berubah menjadi air yang pucat dan gumpalan-gumpalan putih terdapat didalamnya. Karena pelana penyimpan susu terbuat dari perut binatang (sapi, kambing ataupun domba) yang mengandung enzim rennet, maka kombinasi dari rennet, cuaca yang panas dan guncangan-guncangan ketika mengendarai kuda telah mengubah susu menjadi keju, dan setelah itu orang-orang mulai menggunakan enzim dari perut binatang untuk membuat keju. Pada malam hari saat pedagang tersebut memeriksa keadaan susunya, ia menemukan susu tersebut tak lagi sama. Terdapat dadih dan cairan yang terpisah yang disebabkan oleh rennit, enzim yang ditemukan di perut hewan mamalia. Suhu panas di siang hari juga membantu proses pembuatan keju ini.
Akhirnya cara pembuatan keju ini menyebar sampai ke Eropa oleh Kerajaan Romawi. Di zaman abad pertengahan, biarawan mulai bereksperimen membuat keju dengan berbagai jenis yang berbeda. Hingga saat ini, diketahui masyarakat benua Eropa adalah konsumen keju terbanyak di dunia. Berbagai eksperimen dilakukan hingga menghasilkan varian keju yang sangat banyak, dan di Perancis itu sendiri sudah terdapat 1.200 jenis keju, sedangkan di Italia terdapat lebih dari 450 jenis keju, dan di Swiss juga terdapat lebih dari 450 jenis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar