Minggu, 10 Desember 2017

Pentingnya Gizi bagi Kesehatan dan Kelangsungan Hidup Masyarakat



Pentingnya Gizi bagi Kesehatan dan Kelangsungan Hidup Masyarakat

Negara Indonesia memiliki jumlah penduduk yang banyak, maka tingginya harapan  untuk seluruh masyarakat Indonesia dalam menjaga kesehatannya. Kualitas hidup seseorang atau masyarakat akan meningkat secara otomatis jika kesehatan hidupnya masing-masing terpelihara. Pekerjaan dan aktivitas sehari-hari akan lebih baik dan berjalan dengan lancar jika keadaan fisik dan jiwa dalam keadaan sehat. Aktivitas sehari-hari tidak akan berjalan maksimal jika kondisi tubuh dalam keadaan tidak sehat.
Menurut sebuah penelitian dari Food Security Center, Universitas Hohenheim yang berjudul “Nutrient Density Score of Typical Indonesian Foods and Dietary Formulation Using Linear Programming”, salah satu masalah gizi terbesar di negara berkembang khususnya Indonesia adalah defisiensi mikronutrien. Mikronutrien merupakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang mikro atau sedikit, tetapi memiliki fungsi yang penting dalam pembentukan hormon, aktivitas  enzim serta mengatur fungsi sistem imun dan sistem reproduksi manusia. Malnutrisi mikronutrien yang berat dapat menyebabkan kesehatan yang menurun, munculnya berbagai penyakit, menurunnya system imun, pertumbuhan kerdil dan kebutaan, terutama pada anak-anak.  Oleh karena itu status kekurangan gizi tersebut dijuluki “kelaparan tersembunyi” karena efeknya yang tidak dapat dilihat atau dirasakan pada satu waktu tertentu, sehingga sangat berbahaya bagi seseorang atau masyarakat yang tidak mengetahuinya. Kelaparan tersembunyi dapat diartikan juga meskipun masyarakat mengonsumsi makanan setiap hari dan tidak merasa lapar, tetapi kekurangan zat gizi dapat terjadi jika asupan makanan tidak mengandung nutrisi mikronutrien yang diperlukan. Menurut Ignasius Radix AP dalam Public Health Nutrition, mayoritas masyarakat Indonesia menderita kekurangan mikronutrien, terutama zat besi (Fe), Zink (Zn) dan vitamin A. Salah satu studinya di Jawa Barat yang menyimpulkan di antara 155 anak-anak mengungkapkan bahwa kejadian defisiensi zat besi (Fe) dan vitamin A masing-masing adalah 54% dan 57%. Prevalensi defisiensi zink (Zn) pada wanita hamil adalah 49%, sementara itu 27% pada wanita menyusui.
Penyebab utama defisiensi mikronutrien adalah kualitas makanan yang buruk dan juga karena kurangnya sanitasi, kebersihan dan pengendalian penyakit. Salah satu hal yang memainkan peran penting dalam kondisi kekurangan gizi di Inodesia adalah karena jumlah makanan pokok, sayuran, buah dan makanan pokok yang tidak seimbang terdapat dalam makanan khas Indonesia yang tetap dilestarikan dan pengonsumsian secara rutin oleh masyarakat. Di antara makanan pokok tersebut, nasi putih memiliki persentase proporsi diet tertinggi yaitu 54%. Masyarakat Indonesia mengkonsumsi 102 kg beras putih / kapita per tahunnya dengan jumlah sayuran, buah dan makanan lain berbasis hewani sangat rendah, yang sebenarnya merupakan sumber kaya akan  mikronutrien.
Menurut Food Security Center, Universitas Hohenheim, defisiensi mikronutrien di Indonesia dapat diatasi dengan pendekatan berbasis makanan melalui keragaman makanan atau keragaman pangan sehat. Hal ini dapat dicapai dengan merumuskan diet atau pola makan seimbang dengan menggunakan bahan makanan di Indonesia yang tersedia secara lokal dan dapat dapat diterima dalam kebudayaan masing-masing daerah. Pendekatan kecukupan gizi dan nutrisi ini dapat membantu implementasi strategi keragaman diet melalui perhitungan kandungan gizi dalam makanan sehari-hari.
Penyebab dari defisiensi mikronutrien atau kekurangan gizi di Indonesia selain dari  kualitas makanan, sanitasi, kesadaran masyarakat akan gizi dan kandungan makanan pokok khas Indonesia adalah banyaknya makanan  pada saat ini yang mengandung zat kimia. Beberapa dari zat kimia tersebut diantaranya pewarna, pengawet dan vetsin yang berlebihan dalam makanan. Selain zat-zat kimia tersebut, kandungan gizi yang sangat rendah dan berbahaya juga didapat dari makanan berbasis siap saji atau cepat saji. Semua jenis makanan tersebut dapat menimbulkan berbagai penyakit yang sangat membahayakan bagi tubuh. Seperti contohnya usus buntu, kanker, jantung, rematik dan penyakit berbahaya lainnya. Jadi, alangkah baiknya jika kita mengonsumsi makanan yang dapat membuat tubuh kita sehat dengan kandungan yang kaya akan vitamin, mineral dan protein seperti sayur-sayuran, buah-buahan atau makanan 4 sehat 5 sempurna.
Maka, pengonsumsian makanan yang bergizi tidak dapat dianggap remeh karena sangat bermanfaat bagi tubuh hanya jika pengonsumsian  secara rutin dengan meningkatkan jumlah makanan seperti sayuran, buah-buahan serta sumber mineral dan protein berbasis hewani maupun nabati. Sudah menjadi fakta bahwa dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan kaya akan nutrisi dapat menambah umur hidup, menjaga kesehatan seluruh tubuh dan mencegah berbagai penyakit. Pada akhirnya efek dari pengonsumsian makanan bergizi menuju pada kesehatan seluruh masyarakat, berpengaruh positif pada aktvitas masyarakat sehari-hari dan menghasilkan masyarakat yang produktif.
Daftar Pustaka :
Jati, Ignasius Radix AP; Vadivel, Vellingiri; Nöhr, Donatus; Biesalski, Hans Konrad. 2012.
            Nutrient density score of typical Indonesian foods and dietary formulation using linear
            programming. Food Security Center, University of Hohenheim, Stuttgart, Germany.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar