Pentingnya
Gizi bagi Kesehatan dan Kelangsungan Hidup Masyarakat
Negara
Indonesia memiliki jumlah penduduk yang banyak, maka tingginya harapan untuk seluruh masyarakat Indonesia dalam menjaga
kesehatannya. Kualitas hidup seseorang atau masyarakat akan meningkat secara
otomatis jika kesehatan hidupnya masing-masing terpelihara. Pekerjaan dan
aktivitas sehari-hari akan lebih baik dan berjalan dengan lancar jika keadaan
fisik dan jiwa dalam keadaan sehat. Aktivitas sehari-hari tidak akan berjalan maksimal
jika kondisi tubuh dalam keadaan tidak sehat.
Menurut
sebuah penelitian dari Food Security
Center, Universitas Hohenheim yang berjudul “Nutrient Density Score of Typical Indonesian Foods and Dietary Formulation
Using Linear Programming”, salah satu masalah gizi terbesar di negara
berkembang khususnya Indonesia adalah defisiensi mikronutrien. Mikronutrien
merupakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang mikro atau
sedikit, tetapi memiliki fungsi yang penting dalam pembentukan hormon,
aktivitas enzim serta mengatur fungsi
sistem imun dan sistem reproduksi manusia. Malnutrisi mikronutrien yang berat
dapat menyebabkan kesehatan yang menurun, munculnya berbagai penyakit, menurunnya
system imun, pertumbuhan kerdil dan kebutaan, terutama pada anak-anak. Oleh karena itu status kekurangan gizi
tersebut dijuluki “kelaparan tersembunyi” karena efeknya yang tidak dapat
dilihat atau dirasakan pada satu waktu tertentu, sehingga sangat berbahaya bagi
seseorang atau masyarakat yang tidak mengetahuinya. Kelaparan tersembunyi dapat
diartikan juga meskipun masyarakat mengonsumsi makanan setiap hari dan tidak
merasa lapar, tetapi kekurangan zat gizi dapat terjadi jika asupan makanan tidak
mengandung nutrisi mikronutrien yang diperlukan. Menurut Ignasius Radix AP
dalam Public Health Nutrition,
mayoritas masyarakat Indonesia menderita kekurangan mikronutrien, terutama zat
besi (Fe), Zink (Zn) dan vitamin A. Salah satu studinya di Jawa Barat yang
menyimpulkan di antara 155 anak-anak mengungkapkan bahwa kejadian defisiensi
zat besi (Fe) dan vitamin A masing-masing adalah 54% dan 57%. Prevalensi
defisiensi zink (Zn) pada wanita hamil adalah 49%, sementara itu 27% pada
wanita menyusui.
Penyebab
utama defisiensi mikronutrien adalah kualitas makanan yang buruk dan juga
karena kurangnya sanitasi, kebersihan dan pengendalian penyakit. Salah satu hal
yang memainkan peran penting dalam kondisi kekurangan gizi di Inodesia adalah
karena jumlah makanan pokok, sayuran, buah dan makanan pokok yang tidak
seimbang terdapat dalam makanan khas Indonesia yang tetap dilestarikan dan
pengonsumsian secara rutin oleh masyarakat. Di antara makanan pokok tersebut,
nasi putih memiliki persentase proporsi diet tertinggi yaitu 54%. Masyarakat
Indonesia mengkonsumsi 102 kg beras putih / kapita per tahunnya dengan jumlah
sayuran, buah dan makanan lain berbasis hewani sangat rendah, yang sebenarnya
merupakan sumber kaya akan mikronutrien.
Menurut
Food Security Center, Universitas
Hohenheim, defisiensi mikronutrien di Indonesia dapat diatasi dengan pendekatan
berbasis makanan melalui keragaman makanan atau keragaman pangan sehat. Hal ini
dapat dicapai dengan merumuskan diet atau pola makan seimbang dengan
menggunakan bahan makanan di Indonesia yang tersedia secara lokal dan dapat
dapat diterima dalam kebudayaan masing-masing daerah. Pendekatan kecukupan gizi
dan nutrisi ini dapat membantu implementasi strategi keragaman diet melalui
perhitungan kandungan gizi dalam makanan sehari-hari.
Penyebab
dari defisiensi mikronutrien atau kekurangan gizi di Indonesia selain dari kualitas makanan, sanitasi, kesadaran
masyarakat akan gizi dan kandungan makanan pokok khas Indonesia adalah banyaknya
makanan pada saat ini yang mengandung
zat kimia. Beberapa dari zat kimia tersebut diantaranya pewarna, pengawet dan
vetsin yang berlebihan dalam makanan. Selain zat-zat kimia tersebut, kandungan
gizi yang sangat rendah dan berbahaya juga didapat dari makanan berbasis siap
saji atau cepat saji. Semua jenis makanan tersebut dapat menimbulkan berbagai
penyakit yang sangat membahayakan bagi tubuh. Seperti contohnya usus buntu,
kanker, jantung, rematik dan penyakit berbahaya lainnya. Jadi, alangkah baiknya
jika kita mengonsumsi makanan yang dapat membuat tubuh kita sehat dengan
kandungan yang kaya akan vitamin, mineral dan protein seperti sayur-sayuran, buah-buahan
atau makanan 4 sehat 5 sempurna.
Maka,
pengonsumsian makanan yang bergizi tidak dapat dianggap remeh karena sangat bermanfaat
bagi tubuh hanya jika pengonsumsian secara rutin dengan meningkatkan jumlah makanan
seperti sayuran, buah-buahan serta sumber mineral dan protein berbasis hewani
maupun nabati. Sudah menjadi fakta bahwa dengan mengonsumsi makanan yang
bergizi dan kaya akan nutrisi dapat menambah umur hidup, menjaga kesehatan
seluruh tubuh dan mencegah berbagai penyakit. Pada akhirnya efek dari
pengonsumsian makanan bergizi menuju pada kesehatan seluruh masyarakat, berpengaruh
positif pada aktvitas masyarakat sehari-hari dan menghasilkan masyarakat yang
produktif.
Daftar
Pustaka :
Jati,
Ignasius Radix AP; Vadivel, Vellingiri; Nöhr, Donatus; Biesalski, Hans Konrad.
2012.
Nutrient
density score of typical Indonesian foods and dietary formulation using linear
programming.
Food Security Center, University of Hohenheim, Stuttgart, Germany.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar