Kamis, 11 Oktober 2018


Sumber Daya Pupa Ulat Sutera (Bombyx mori)
            Pupa ulat sutera (Bombyx mori) dapat dikategorikan sebagai bahan pangan yang kaya protein dengan nilai gizi yang tinggi. Kadar protein kasarnya berkisar dari 50% hingga lebih dari 80%. Dari total produksi dunia sekitar 90% hasil produksi sutra berasal dari kepompong Silkmoth (Bombyx mori) atau ngengat Bombycidae.
        Kepompong tersebut diproduksi dalam jumlah besar dan merupakan produk sampingan utama dari produksi sutra. Untuk 1 kg sutra mentah, 8 kg pupa basah (2 kg pupa kering) diproduksi. Setelah mengguncang sutra dari kepompong, kepompong ulat sutera yang baru dikeluarkan biasanya diikat di dekatnya tanpa pembuangan yang tepat. Kepompong ulat sutera segar ini adalah produk yang dapat terdegradasi dan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Di daerah penghasil sutra, pembuangan pupa dalam jumlah besar dapat menyebabkan masalah lingkungan yang serius. Selain itu, biaya sumber protein konvensional seperti daging merah dan daging ayam memiliki harga yang cukup tinggi dengan ketersediaannya di masa depan yang terbatas. Oleh karena hal tersebut dan untuk mengurangi dampak lingkungan dari industri produksi sutra, maka pupa ulat sutra digunakan sebagai sumber daya pakan ternak dan unggas. Selain itu untuk mengurangi limbah sutra maka pupa ulat sutra juga dapat dikonsumsi sebagai pangan manusia serta dapat digunakan untuk produksi zat biologis seperti chitin, protein, minyak dan asam lemak (asam α-linolenat).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar