Sumber Daya Pupa Ulat Sutera (Bombyx mori)
Pupa ulat sutera (Bombyx mori) dapat dikategorikan sebagai
bahan pangan yang kaya protein dengan nilai gizi yang tinggi.
Kadar protein kasarnya berkisar dari 50% hingga lebih dari 80%. Dari total produksi
dunia sekitar 90% hasil produksi sutra berasal dari kepompong Silkmoth (Bombyx mori) atau ngengat Bombycidae.
Kepompong tersebut diproduksi dalam jumlah besar
dan merupakan produk sampingan utama dari produksi sutra. Untuk 1 kg sutra
mentah, 8 kg pupa basah (2 kg pupa kering) diproduksi. Setelah mengguncang
sutra dari kepompong, kepompong ulat sutera yang baru dikeluarkan biasanya
diikat di dekatnya tanpa pembuangan yang tepat. Kepompong ulat sutera segar ini
adalah produk yang dapat terdegradasi dan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Di daerah
penghasil sutra, pembuangan pupa dalam jumlah besar dapat menyebabkan masalah
lingkungan yang serius. Selain itu, biaya sumber protein konvensional seperti
daging merah dan daging ayam memiliki harga yang cukup tinggi dengan ketersediaannya
di masa depan yang terbatas. Oleh karena hal tersebut dan untuk mengurangi
dampak lingkungan dari industri produksi sutra, maka pupa ulat sutra digunakan sebagai sumber daya pakan ternak dan unggas. Selain itu untuk
mengurangi limbah sutra maka pupa ulat sutra juga dapat dikonsumsi sebagai
pangan manusia serta dapat digunakan untuk produksi zat biologis seperti
chitin, protein, minyak dan asam lemak (asam α-linolenat).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar